Resmi Angkatan 2025 Dijadikan Bahan Percobaan Pertama untuk TKA 2025, Ujian Terbaru Pengganti UN
TEMPOBAHARI - MEI 2025 Dunia pendidikan Indonesia kembali mengalami transformasi besar. Setelah bertahun-tahun menerapkan sistem Ujian Nasional (UN), pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi resmi menetapkan kebijakan baru yang akan mengubah lanskap evaluasi pendidikan di tanah air. Angkatan 2025 menjadi generasi pertama yang akan mengalami perubahan signifikan ini, dimana Tes Kemampuan Akademik (TKA) akan menggantikan posisi UN yang selama ini menjadi momok bagi siswa.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Muti, memastikan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) akan mulai digelar pada Mei 2025. Sosialisasi kebijakan ini, sudah menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk dukungan pendanaan bagi sekolah swasta dari sejumlah pemerintah daerah.
“Beberapa pemerintah daerah juga sudah mengalokasikan dana untuk mendukung sekolah swasta,” ujar Mu'ti di Perpustakaan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menegah (Kemendikdasmen), Jumat (11/4/2025).
Selain SPMB, Kemendikdasmen juga akan memperkenalkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai pengganti Ujian Nasional. Tes ini tidak bersifat wajib dan tidak memengaruhi kelulusan siswa.
Ujian Nasional yang selama puluhan tahun menjadi standar kelulusan siswa, memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan TKA. UN lebih menekankan pada penguasaan materi pelajaran yang bersifat hafalan dan pemahaman konten kurikulum. Siswa diuji berdasarkan mata pelajaran spesifik seperti Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan mata pelajaran jurusan.
Sementara itu, TKA dirancang dengan pendekatan yang lebih holistik dan kontekstual. TKA mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS), yang mencakup kemampuan analisis, evaluasi, dan kreasi. Jenis mata pelajaran terdiri dari 3 yakni
Tes Potensi Skolastik (TPS) mengukur kemampuan penalaran umum, pengetahuan kuantitatif, pemahaman bacaan dan menulis, serta pengetahuan dan pemahaman umum. Bagian ini menilai bagaimana siswa dapat menggunakan logika dan nalar untuk memecahkan masalah.
Tes Literasi mengevaluasi kemampuan memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif kepada masyarakat.
Tes Numerasi mengukur kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia.
Ujian ini diterapkan secara nasional di seluruh Indonesia, baik di sekolah negeri maupun swasta, dengan sistem berbasis komputer yang menyesuaikan fasilitas masing-masing sekolah.
Dengan dukungan pemerintah, kesiapan sekolah, peran aktif guru, serta pendampingan orang tua, TKA 2025 diharapkan mampu menciptakan sistem penilaian yang lebih adil, relevan, dan sesuai dengan tuntutan zaman. Bagi angkatan 2025, ujian ini bukan sekadar tantangan, tetapi juga kesempatan untuk membuktikan kemampuan akademik yang sesungguhnya.

Komentar
Posting Komentar